Polri Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Akhir Tahun

- Selasa, 28 Desember 2021 | 10:55 WIB
SEMBAKO yang siap disalurkan untuk warga Bandung dan sekitarnya.* /Ai Rika Rachmawati/"PR"
SEMBAKO yang siap disalurkan untuk warga Bandung dan sekitarnya.* /Ai Rika Rachmawati/"PR"

HALLO BANTEN - Polri melalui Satgas Pangan melakukan pengawasan stok bahan pangan, harga dan kelancaran distribusi bahan pokok sepanjang 2021 guna memastikan ketersediaan bahan pokok aman hingga akhir tahun.

Kasatgas Pangan Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan sepanjang 2021, Satgas Pangan Polri yang terdiri atas enam Subsatgas dan Satgas Pangan Daerah yang dipimpin Dirtipideksus Polda di masing-masing provinsi (34 polda) telah melaksanakan 104.948 kegiatan preventif dan preemtif guna memastikan ketersediaan, distribusi, harga, penegakan hukum, dan deteksi dini.

"Sepanjang tahun 2021 ketersedian bahan pokok (bapok) aman," kata Whisnu saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 28 Desember 2021.

Brigjen Pol Whisnu Hermawan menjelaskan, Satgas Pangan Polri juga memastikan distribusi bahan pokok lancar dan tidak terkendala walaupun adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada saat meningkatnya penyebaran COVID-19.

Baca Juga: Viral Jemaat Gereja GPI Tulang Bawang Dilarang Ibadah Matal, Pendeta Turunkan Salib

Baca Juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Satu Nama Tetap di Hati dari EYE yang Viral di TikTok

Baca Juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Berjudul Dinda Jangan Marah Marah Karya Masdo yang Viral di TikTok

Berdasarkan hasil pengawasan Satgas Pangan Polri didapati secara umum harga pangan pokok pada periode 2021 relatif stabil, kenaikan harga terjadi pada tiga komoditi saja, yaitu minyak goreng, cabai rawit dan telur ayam. Dari hasil pemantauan, kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh naiknya bahan baku produksi (CPO) untuk minyak goreng, sedangkan kenaikan harga telur, lebih disebabkan pada mekanisme pasar, yakni naiknya permintaan.

Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan, kenaikan tersebut belum dilakukan intervensi oleh pemerintah, karena beberapa bulan lalu harga telur sempat jatuh jauh di bawah harga pokok produksi (HPP). Diharapkan kenaikan harga telur saat ini ikut memperbaiki atau menutupi kerugian peternak ayam petelur yang dialami beberapa bulan sebelumnya.

Sementara itu, kenaikan harga cabe rawit, menurut Whisnu, lebih disebabkan oleh gagal panen karena tingginya curah hujan dan erupsi Gunung Semeru serta berakhirnya masa panen di beberapa sentra produksi, sehingga menurunnya produksi di daerah-daerah sentra produksi.

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHY: Turunkan Harga Minyak Goreng

Sabtu, 14 Mei 2022 | 04:40 WIB

RESMI Malindo Air Ubah Nama Jadi Batik Air

Rabu, 4 Mei 2022 | 10:08 WIB
X