Ini Alasan Indonesia Bergantung dari Impor Kedelai, Salah Satunya Kurang Produksi Lokal

- Rabu, 19 Januari 2022 | 06:00 WIB
Indonesia masih bergantung dari kedelai impor (Dok.Shutterstock)
Indonesia masih bergantung dari kedelai impor (Dok.Shutterstock)

HALLO BANTEN - Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin membeberkan alasan Indonesia masih bergantung kedelai impor dibandingkan kedelai lokal karena produksi dalam negeri yang tidak bisa memenuhi kebutuhan nasional.

"Kebutuhan kedelai kita kira-kira 3 juta ton lebih, sedangkan produksi kedelai lokal dari dulu hampir 2 juta ton, menurun, dan turun terus sampai tahun kemarin 2021 informasi yang saya terima adalah hanya 300 ribu ton produksi kedelai lokal," kata Aip di Jakarta, Selasa 18 Januari 2022.

Dengan kebutuhan tersebut, Indonesia melakukan impor sekitar 2,6 juta ton kedelai per tahun. "Pelan tapi pasti kedelai lokal menurun, kedelai impor meningkat," ungkapnya.

Baca Juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Satu Nama Tetap di Hati dari EYE yang Viral di TikTok

Aip mengemukakan Indonesia pernah swasembada kedelai pada 1992 dengan produksi mencapai 1,8 juta ton per tahunnya.

Jumlah produksi tersebut terus menurun setiap tahunnya. Pada 2015 produksi kedelai dalam negeri 963,18 ribu ton, 2016 turun menjadi 859,65 ribu ton, pada 2017 kembali turun jadi 538,73 ribu ton, pada 2018 sempat naik tipis jadi 650 ribu ton, kemudian kembali turun pada 2019 menjadi 424,19 ribu ton.

Sementara produksi kedelai menurun, impor kedelai juga semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Link Video Viral Belatung di Miss V Wanita Bikin Heboh, Kalau Nggak Kuat Jangan Lihat atau Muntah

Pada 2016 impor kedelai mencapai 2,26 juta ton, 2017 sebanyak 2,67 juta ton, 2018 sebesar 2,58 juta ton, 2019 mencapai 2,67 juta ton, dan pada 2020 sebanyak 2,47 juta ton.

Aip menyebut kebutuhan tempe dan tahu mengharuskan adanya stok kedelai setiap hari agar perajin bisa memproduksi tahu dan tempe.

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHY: Turunkan Harga Minyak Goreng

Sabtu, 14 Mei 2022 | 04:40 WIB

RESMI Malindo Air Ubah Nama Jadi Batik Air

Rabu, 4 Mei 2022 | 10:08 WIB
X