Serangan Ransomware terhadap Bank Indonesia Kian Bertambah, Elsam Serukan Pengamanan dan Investigasi

- Selasa, 25 Januari 2022 | 19:56 WIB
Gedung Bank Indonesia (Dok. Bank Indonesia)
Gedung Bank Indonesia (Dok. Bank Indonesia)

HALLO BANTEN - Akun Twitter @darktracer_int mengunggah cuitan “Conti ransomware gang has announced "BANK OF INDONESIA" on the victim list” dengan melampirkan tangkapan layar sebagai bukti.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan tersebut, terlihat ada 838 dokumen dengan ukuran 487,09 MB yang sedang diunggah.

Atas informasi tersebut, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengungkapkan bahwa serangan ransomware telah terjadi Desember 2021 lalu, dan tidak ada data yang secara spesifik diincar.

Dikatakannya, BI telah melakukan pemulihan, asesmen, audit, hingga mitigasi. Mengamini respons BI, Kementerian Kominfo dan BSSN menegaskan bahwa BI telah melakukan berbagai upaya atas terjadinya serangan ransomware tersebut, diantaranya berkoordinasi dengan BSSN.

Baca Juga: Video dari Dokter Kandungan Vanessa Angel Berdurasi 19.32 Detik Jadi Bukti Asal Usul Ayah Biologis Gala Sky

Sementara Anton Setiawan, Juru Bicara BSSN, mengatakan bahwa serangan hanya terjadi pada BI Cabang Bengkulu. Dijelaskan pula bahwa terdapat 16 komputer yang terkena dampak dari serangan siber ini. Data‐data yang dicuri berisi pekerjaan personal pada kantor BI Cabang Bengkulu dan tidak ada data terkait sistem kritikal BI, sehingga tidak berdampak pada data kritikal.

Sayangnya, serangan tidak hanya berhenti di situ. Pada 21 Januari 2022, akun Twitter @darktracer_int kembali mengunggah cuitan dan menginformasikan bahwa ransomware Conti terus mengunggah data yang didapatnya dari BI.

Akun tersebut mengabarkan pula bahwa terdapat 175 komputer yang menerima serangan ransomware Conti. Dari tangkapan layar yang juga diunggah bersamaan dengan cuitan tersebut, diketahui bahwa total data yang bocor sebanyak 35.200 dokumen dengan kapasitas data 44,70 GB.

Selanjutnya, 24 Januari 2022, akun Twitter @darktracer_int kembali lagi menginformasikan ransomware Conti telah menyerang 237 komputer. Total data yang bocor saat ini sebanyak 52.767 dokumen dengan kapasitas data 74,82 GB.

Melihat pola terus meningkatnya jumlah serangan ransomware dan data yang bocor, BI bekerja sama dengan BSSN, dan Kominfo, harus sigap dalam melakukan investigasi—
mengoptimalkan peraturan dan kapasitas kemampuan teknis.

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHY: Turunkan Harga Minyak Goreng

Sabtu, 14 Mei 2022 | 04:40 WIB
X