Subsidi Listrik untuk Rakyat Kecil Dihapus, PKS: ini Tak Adil!

- Rabu, 14 September 2022 | 14:57 WIB
Ilustrasi - cek tagihan listrik PLN 2021. /Dok.PLN/
Ilustrasi - cek tagihan listrik PLN 2021. /Dok.PLN/

PHALLO BANTEN, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Mulyanto mengkritik rencana penghapusan golongan daya pelanggan listrik 450 VA.

Ia menyebut kebijakan tersebut terburu-buru dan tidak berperasaan.

Menurut Mulyanto, seharusnya pemerintah cermat dan komprehensif mengatasi surplus listrik atau over suplly PLN. Sehingga tidak sampai mengorbankan rakyat lewat penghapusan golongan daya 450 VA.

"Jangan sampai kesalahan pemerintah merencanakan kebutuhan listrik ditimpakan kepada rakyat kecil. Ini tidak adil," kata Mulyanto, Rabu 14 September 2022.

Kata dia, saat ini masyarakat sedang dalam kondisi sulit. Mulai dari dampal pandemi Covid-19 belum pulih hingga imbas kenaikan harga BBM dan kenaikan harga bahan makanan.

Baca Juga: Lukas Enembe Tersangka KPK, Begini Sikap Partai Demokrat

“Apa pemerintah sudah tidak mampu lagi renegosiasi dengan pihak pembangkit listrik swasta (IPP) untuk mengerem tambahan pembangkit baru dalam upaya menekan surplus listrik ini?" kata Mulyanto.

Sementara itu terkait introduksi listrik dari sumber energi baru-dan energi terbarukan, Mulyanto mewanti-wanti pemerintah agar jangan tergopoh-gopoh dan manut saja didikte pihak internasional.

Sebab jika sikap pemerintah seperti demikian, Mulyanto mengatakan pihak yang menjadi korban ialah rakyat.

Menurut Mulyanto, apabila memang golongan daya 450 VA dihapus dan dialihkan ke 900 VA, maka pemerintah tidak boleh lepas tangan. Ia meminta pemerintah memberikan subsidi listrik.

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Senin, 26 September 2022 | 16:56 WIB

Alasan Merugi, Google Berhenti Produksi Laptop Pixelbook

Sabtu, 17 September 2022 | 18:53 WIB
X