Tuntutan Ekonomi, Carlo Drummer Jikustik Jadi Pedagang Nasi Rp 15 Ribuan Perbungkus

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 08:51 WIB
Carlo, drummer Jikustik jadi pedagang nasi kini karena tuntutan hidup.
Carlo, drummer Jikustik jadi pedagang nasi kini karena tuntutan hidup.

HALLO BANTEN, JAKARTA - Nasib tak ada yang tahu, hanya Tuhan yang bisa mengubahnya. Itu lah yang terjadi pada Carlo, drummer Jikustik. Carlo, drummer Jikustik jadi pedagang nasi kini karena tuntutan hidup.

Jikustik adalah grup musik Indonesia yang terbentuk tanggal 26 Februari 1996 di Yogyakarta yang formasi awalnya adalah: Pongki Barata (vokal, gitar), Icha (bass, vokal), Dadi (gitar, vokal), Adhit (keyboard) dan Carlo (drum).

BACA JUGA: Website Nonton KKN di Desa Penari di Mana? Gratis dan FULL HD

Setelah album ke-delapan (Malam) Pongki keluar dan digantikan oleh Brian sebagai vokalis. Setelah album ke-sembilan (Kembali Indah), sang pencabik bass, Icha, mengundurkan diri dan digantikan oleh Bayu.

Pada bulan Februari 1996, sekumpulan anak muda sepakat mendirikan G-Coustic. Huruf 'G' berasal dari nama Geronimo FM, sebuah radio di Jogja, yang berperan dalam berdirinya Jikustik.

BACA JUGA: Cerita Lokasi Asli KKN di Desa Penari Berdasarkan Cerita Original, Ternyata Mistis dan Menyeramkan

Sedangkan Coustic berasal dari kata acoustic. Geronimo FM memiliki sebuah program radio yang mendukung band-band independen untuk memperdengarkan karya mereka pada khalayak ramai, G-indie. Dari situlah dua lagu berjudul "Berdua Lagi" dan "Seribu Tahun Lamanya" mulai dikenal khalayak Jogja.

Sebelum bergabung dengan Jikustik, Icha dan Adhit pernah membentuk grup band bersama Eross "Sheila on 7".

BACA JUGA: VERSI ASLI SINOPSIS KKN di Desa Penari, Kisah Ayu dan Bima Hingga Banyak yang Kesurupan

Halaman:

Editor: Abu Ibrahim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X