Mengenal Tujuan, dan Perbedaan Investasi Syariah Dengan Investasi Konvensional

- Minggu, 19 Juni 2022 | 15:23 WIB
Ilustrasi foto, ekonomi syariah (pixabay)
Ilustrasi foto, ekonomi syariah (pixabay)

HALLO BANTEN, JAKARTA - Di artikel sebelumnya, kita berkenalan dengan konsep investasi syariah. Suatu konsep pengelolaan uang dengan cara-cara yang efektif dan menghasilkan profit.

Namun bedanya, dalam investasi berbasis syariat agama Islam ini, konsep-konsep yang diterapkan dalam instrumen keuangannya berdasarkan pada syariat Islam.

Kali ini kita akan mengenal tujuan investasi syariah, dan perbedaan investasi syariah dengan investasi konvensional.

Tujuan semua investasi pada dasarnya adalah sama, yakni untuk mendapatkan keuntungan finansial berupa imbal hasil (return) dengan nilai yang setinggi mungkin. Hal ini juga berlaku untuk tujuan dari jenis investasi bebas riba ini.

Namun, pada tujuan investasi berbasis syariat agama Islam, return bukanlah satu-satunya hal yang menjadi tujuan utama. Sebab ada hal lain yang menjadi value dari investasi berbasis ajaran agama agama Islam ini, yaitu mengedepankan Socially Responsible Investment (SRI).

Baca Juga: Link Nonton Film Bioskop Gratis Tanpa Bayar dan Kualitas HD

SRI merupakan keseimbangan antara keuntungan (return) yang tinggi dengan nilai kebajikan sosial. Investasi berbasis syariat agama Islam bertujuan untuk dapat membangun dan membantu perekonomian masyarakat sebagai salah satu bentuk amal ibadah disamping dari mendapatkan return atau keuntungan yang tinggi.

Lantas apa sih perbedaan investasi syariah dengan investasi konvensional? Coba simak yuk!

Emiten Saham Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam

Dalam investasi yang cocok bagi umat muslim ini, segala proses dan aktivitasnya selalu berlandaskan pada syariat Islam. Termasuk dalam kegiatan jual dan beli saham. Pada jenis investasi lain yang tidak berdasarkan pada syariat Islam, seringkali emiten melakukan transaksi jual beli saham dengan tidak memperdulikan halal atau haramnya nilai yang terkandung dalam saham tersebut sehingga terdapat potensi kecurangan atau manipulasi dari salah satu pihak.

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Doa Marah Ajaran Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 4 Juni 2022 | 21:51 WIB
X