Komnas HAM Mengecam Polisi Smackdown Pendemo di Tangerang dan Ingatkan Soal Ini

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:05 WIB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Dok.Pikiran Rakyat/Amir Faisol)
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Dok.Pikiran Rakyat/Amir Faisol)

HALLO BANTEN - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mengecam aksi kekerasan yang dilakukan Polisi saat mengamankan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di Kabupaten Tangerang kemarin.

Menurutnya tindakan represif aparat terhadap para pendemo itu itu berpotensi melanggar HAM.

"Komnas HAM mengecam tindakan kekerasan dan represif yang dilakukan petugas kepolisian terhadap aksi demo mahasiswa kemarin yang ada di Kabupaten Tangerang. Khususnya tindakan men-smackdown salah satu peserta aksi," katanya dalam pernyataan tertulis, Kamis 14 Oktober 2021.

Dia mengatakan, secara prinsipal, tindakan kekerasan dan represifitas aparat itu sangat potensial melanggar hak-hak dasar warga negara.

Selain itu, menurutnya, aksi aparat membanting pendemo ke lantai trotoar juga potensial melanggar prosedur tetap (protap) kepolisian.

"Tindakan ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan tentu saja ini potensial melanggar HAM dan kami yakin juga potensial melanggar protap internal kepolisian," katanya.

Oleh karena tindakan itu tidak sesuai protap, kata dia, peristiwa itu seharusnya tidak boleh terjadi lagi di manapun di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, dikhawatirkan tindakan aparat di lapangan saat menghadapi massa pendemo itu potensial terjebak dalam praktik pelanggaran HAM.

"Dan oleh kerenanya ini harus diupayakan agar di mana pun dan untuk siapa pun di seluruh indonesia tidak terjadi kembali," ungkapnya.***

 

Halaman:

Editor: Sari Dewi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Tuntutan Buruh yang Geruduk Kantor Anies Baswedan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:00 WIB
X