Ini Siasat Pemrov Jabar untuk Cegah Lonjakan Kasus Varian Omicron

- Jumat, 14 Januari 2022 | 10:00 WIB
Kronologi Penemuan Virus Covid-19 Varian Omicron mulai membuat negara di Eropa gelisah (Dok./Pixabay/Dieterich01)
Kronologi Penemuan Virus Covid-19 Varian Omicron mulai membuat negara di Eropa gelisah (Dok./Pixabay/Dieterich01)

HALLO BANTEN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan siasat untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 akibat penularan virus corona tipe SARS-CoV-2 varian B.1.1.529 atau Omicron.

Dalam keterangan resminya, Dinas Kesehatan mengintensifkan pelacakan, pemeriksaan, dan penanganan kasus di tingkat puskesmas untuk mencegah penularan Omicron meluas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nina Susana Dewi mengatakan bahwa petugas puskesmas, aparat TNI dan Polri, hingga anggota kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) akan digiatkan untuk melakukan pelacakan dan pemeriksaan agar penularan Omicron bisa dideteksi dini.

Di samping itu, Dinas Kesehatan menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan serta menyiapkan tempat karantina di tingkat desa/kelurahan hingga provinsi untuk menghadapi kemungkinan terjadi peningkatan pasien COVID-19.

Baca Juga: Pria Penendang Sesajen di Gunung Semeru Diburu, Ini Hasil Terawang Denny Darko

"Kami sudah mempunyai data dari gelombang kedua, mana saja rumah sakit yang bisa meningkatkan kapasitas tempat tidurnya sampai 40 persen dari total tempat tidur. Semua sudah ada datanya dan akan kami sampaikan kembali bila ada peningkatan kasus," kata Nina.

"Kami dari provinsi sudah menyiapkan obat-obatan dan APD (alat pelindung diri). Bagi kabupaten/kota yang memerlukan APD, dapat mengirimkan surat kepada kami," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menggiatkan pelayanan vaksinasi agar pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada seluruh sasaran bisa segera tuntas.

"Saat ini cakupan vaksinasi sudah 78 sampai 80 persen dari target. Jadi masih ada 20 persen," tegas Nina.

Nina juga menekankan pentingnya disiplin warga menjalankan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas dalam upaya mencegah penularan COVID-19, termasuk yang disebabkan oleh infeksi virus varian Omicron.

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X