Pimpinan KPK Sebut Survei Integritas Ukur Komitmen Berantas Korupsi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:56 WIB
Alexander Marwata (By:Istimewa)
Alexander Marwata (By:Istimewa)

HALLO BANTEN - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menjelaskan pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2021 untuk mengukur komitmen kementerian/lembaga/pemerintah daerah dalam pemberantasan korupsi.

"SPI ini berupaya untuk mengukur tingkat integritas kementerian/lembaga/pemerintah daerah atau dengan kata lain SPI ini untuk mengukur tingkat korupsi di setiap kementerian/lembaga/pemerintah daerah melalui persepsi dan pengalaman dari masyarakat langsung dan dari pegawai kementerian/lembaga/pemerintah daerah tersebut," ujar Alex.

Hal tersebut dikatakannya saat menjadi pembicara kunci dalam webinar SPI 2021 "Seberapa Tinggi Tingkat Korupsi di Tempatmu?" disiarkan melalui kanal Youtube KPK, Kamis.

Adapun, kata dia, area yang diukur dalam SPI tersebut meliputi pengadaan barang/jasa, jual beli jabatan, layanan publik seperti perizinan, anggaran fiktif, dan sebagainya. Area-area tersebut yang marak terjadi korupsi dan sering ditangani oleh KPK.

"Survei akan melibatkan pegawai di kementerian/lembaga/pemerintah daerah. Jadi, survei itu tidak bisa dipilih-pilih, tidak ditunjuk oleh pemerintah daerah atau instansi. Masyarakat demikian juga tidak bisa kami pilih, kami lakukan secara acak dan kami juga nanti akan melibatkan narasumber yang independen dari tenaga ahli untuk menilai apa hasil survei tersebut atau untuk menilai sejauh mana kementerian/lembaga/pemerintah daerah itu telah berhasil dalam memberikan pelayanan publik ke masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Ingatkan Hukuman Mengemudi Sambil Menelpon yang Bisa Dipenjara Tiga Bulan

Alex menyatakan SPI 2021 dilaksanakan secara masif pada 542 pemerintah daerah dan 98 kementerian/lembaga dengan metode e-SPI atau secara daring.

"Survei yang kami lakukan secara "online" dan sebagian pemerintah daerah terutama yang di Indonesia bagian timur itu akan dilakukan melalui CAPI, yaitu "Computer Assisted Personal Interviewing" secara langsung dengan menggunakan sarana alat elektronik atau sarana komunikasi, misalnya "handphone" kami hubungi secara langsung tetapi prinsipnya kami akan lakukan wawancara," kata Alex.

Adapun KPK menargetkan 214.106 responden dalam survei tersebut.

"Dengan target responden sangat besar ada 214.106 responden yang mengisi kuesioner SPI sedangkan yang dikontak melalui "WhatsApp blast" maupun "email blast" itu diminta kesediaan untuk mengisi kuesioner ada sekitar 2 juta orang. Jadi, kami menyebar lewat WhatsApp maupun email," kata dia.

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cetak KTP Sekarang Anti Ribet, Bisa Cetak di Mana Saja

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:37 WIB

Dipukul Kapolres Nunukan, Bripka Sony Malah Minta Maaf

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:05 WIB

KNKT Turun Tangan Selidiki Tabrakan LRT di Munjul

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:05 WIB

Perampas Uang SPBU Berhasil Dibekuk Polisi

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:00 WIB
X