Soal Pemilu 2024 Tak Jujur, Mahfud MD Sebut di Era SBY Juga Banyak Kecurangan!

- Kamis, 22 September 2022 | 16:57 WIB
Mahfud MD. (Dokumentasi Menko Polhukam)
Mahfud MD. (Dokumentasi Menko Polhukam)

m HALLO BANTEN, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyatakan bahwa pemilu pasti diwarnai oleh tindak kecurangan, termasuk pemilu di zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pernyataan itu dia sampaikan untuk merespons pernyataan SBY yang mengklaim mendapat informasi penyelenggaraan pemilu 2024 diprediksi bakal tidak jujur dan adil.

"Ada atau tidak ada tudingan dari Pak SBY, Pemilu pasti diwarnai kecurangan. Pada zaman Pak SBY juga banyak kecurangan. Sebagai hakim MK (Mahkamah Konstitusi) ketika itu saya tahu itu," kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Kamis 22 September 2022.

Mantan Ketua MK itu mengatakan kecurangan pemilu saat SBY berkuasa bukan dilakukan Pemerintah terhadap parpol, melainkan kecurangan antar-pendukung parpol sebagai kontestan pemilu. Hal itu terbukti ketika ada gugatan hasil pemilu ke MK atas hasil perolehan suara yg diperoleh partai lain.

Baca Juga: Launching ETLE Tahap III, Dirlantas Klaim Untuk Transparansi Penindakan

"Bahkan ada juga yang menggugat karena merasa dicurangi oleh sesama anggota partai," kata dia.

Mahfud lantas membedakan kecurangan pemilu zaman Orde Baru di bawah pemerintahan Soeharto dengan era reformasi saat ini. Zaman Orba, kata dia, kecurangan langsung dilakukan oleh penguasa.

"Zaman Orba, curangnya vertikal, sekarang curangnya horizontal terjadi antarkelompok rakyat yang sama-sama ikut pemilu," kata dia.

Sebelumnya, SBY sempat menyatakan bakal `turun gunung` menghadapi Pemilu 2024. Ia mengklaim mendapat informasi penyelenggaraan pemilu bisa tidak jujur dan adil.

Pernyataan SBY itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X