Kapolri Disebut Lamban dan Setengah Hati Menindak Perwira Tinggi yang Bermasalah

- Kamis, 24 November 2022 | 15:33 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo  (Dok.Polri)
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Dok.Polri)

HALLO BANTEN, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih belum konsisten `memotong` anggota Polri yang terbukti terlibat masalah.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso menilai hal itu terlihat dari cara Listyo yang cenderung melindungi atau lamban menindak Perwira Tinggi (Pati) Polri yang sedang terlibat dalam suatu perkara.

"IPW mencatat bahwa ada kelambanan Polri dalam memproses dan menindak anggota Polri dengan pangkat Pati, dan ada kesan saling melindungi," ujarnya, Rabu 23 November 2022.

Lebih lanjut Sugeng menjelaskan, tindakannya itu justru bertentangan dengan prinsip equality before the law. Sehingga akan timbul ketidakpercayaan dari bawahan pada pimpinan.

Harusnya, kata dia, kapolri lugas dan tanpa pandang bulu menyelesaikan semua tunggakan kerja bersih-bersih Polri dari oknum anggota yang telah terbukti melanggar hukum pidana dengan mengajukan sidang kode etik.

Baca Juga: Peringatan dari Google: Jelang Akhir Tahun Banyak Penipuan dan Peretasan Data Pribadi

"KKEP harus memeriksa segera dan memutuskan PTDH buat semua pelanggaran berat bila Kapolri ingin institusi Polri dipercaya publik, menjaga marwah institusi Polri dan kepemimpinanannya yang cukup baik ini menjadi legacy bagi penerusnya," ujarnya.

Sugeng mencontohkan, sejumlah Pati Polri yang tak kunjung di Pecat Tidak Dengan Hormat (PTDH) itu seperti eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte, eks Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa, dan Kepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo.

Padahal, menurut Sugeng, ketiganya terbukti melakukan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena terlibat dalam tindak pidana narkoba atau korupsi.

Terlebih untuk kasus pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra yang menjerat Prasetijo saat ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Halaman:

Editor: Yudhi Aulia Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X